Gim dengan unsur kekerasan memang meresahkan para orang tua. Bagaimana tidak, banyak yang sanksi gim-gim ekstrem ini memiliki dampak yang cukup besar kepada anak-anak, salah satunya seperti perubahan watak anak menjadi lebih agresif, kasar, dan temperamental.
Lantas, apakah memang benar gim dengan tema kekerasan memberikan dampak yang disebutkan?
Peneliti dari University of York, belum lama ini mengungkap gim dengan tema kekerasan justru belum tentu memberikan dampak kepada pemainnya. Dalam riset terbaru, mereka bereksperimen ke 3.000 peserta dan membuktikan kalau mereka tidak terpengaruh dengan cerita atau unsur tertentu di gim yang dimainkan.
Para peserta riset diberikan salah satu gim beta yang dikembangkan peneliti. Pertama, peserta bermain sebuah gim di mana mereka harus memilih menghindari jenis kecelakaan: menjadi karakter manusia yang menghindari tabrakan mobil atau menjadi karakter tikus yang menghindari ditangkap kucing.
Setelah selesai bermain, mereka diberikan gambar kucing dan mobil. Lalu mereka akan ditanyakan apakah objek yang mereka lihat itu kendaraan atau hewan.
"Kalau mereka bisa menjawab sesuai dengan gambar--misal menyebut kucing sebagai hewan--mereka fokus dengan gim yang dimainkan. Ini menandakan mereka tidak terpengaruh dengan cerita atau adegan kekerasan yang ada di dalam gim," kata Dr David Pendel, pimpinan riset sebagaimana dikutip Mirror, Selasa (23/1/2018).
"Kalau mereka menyebut objeknya tidak sesuai, baru mereka terdistraksi dengan salah satu adegan kekerasan yang mengganggu," lanjutnya menerangkan.


Post A Comment:
0 comments:
Post a Comment